Table Of Content2
MENJADI PEMIMPIN
SEJATI
Sebuah Refleksi Lintas Ilmu
Reza A.A Wattimena
PT Evolitera
Jakarta, 2012
3
Menjadi Pemimpin Sejati
Sebuah Refleksi Lintas Ilmu
oleh: Reza A. A. Wattimena
Editor : Tim Evolitera
Cover & Layout : Tim Evolitera dan Sdri. Yemima Anna
PT Evolitera
EvoHackSpace
Ruko Kayu Putih - Jalan Kayu Putih IV D, No. 1, 3 floor
rd
East Jakarta 13260, INDONESIA
ISBN: 978-602-9097-18-4
© Reza A. A. Wattimena, 2012
4
Daftar Isi
Prakata
Kepemimpinan dan Filsafat
Membangun dan Merawat Integritas
Kepemimpinan Anti Korupsi
Kepemimpinan, Antara Relativisme dan Hati Nurani
Guru dan Kepemimpinan
Kepemimpinan dan Cinta
Membangun Budaya Menegur
Kepemimpinan, Agama, dan Situasi Indonesia
Memahami “Bahasa” Para Pemimpin
Kepemimpinan dan Sikap Belajar
Kepemimpinan, Bisnis, dan Sikap Kritis
Kepemimpinan dan Keberlanjutan
Kepemimpinan “Belum Tentu”
Kepemimpinan yang Tak Lupa
Kepemimpinan dan Kompetisi
Kepemimpinan dan Tujuan Organisasi
Untuk Tujuan yang Lebih Tinggi
Kepemimpinan dan Revolusi
Kepemimpinan dan Ketidakadilan
Kepemimpinan dan Sikap “Brengsek”
Filsafat Kepemimpinan ala Steve Jobs
Kepemimpinan dan Produktivitas
Kepemimpinan Patriotik
Kepemimpinan yang Memuaskan
Dendam dan Kepemimpinan
Kepemimpinan Marxis
5
Kepemimpinan dan Keputusan
Merawat Kepemimpinan
Sesat Kewirausahaan
Kepemimpinan dan Ketidakpastian
Kepemimpinan dan Bangsa Tanggung
Mencari Pemimpin Sejati
Biodata Penulis
6
Prakata
Saya menulis buku ini pada momen yang pas. Universitas Katolik
Widya Mandala akan segera melakukan pemilihan rektor. Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta pun akan segera melakukan pemilihan rektor.
Amerika Serikat sedang ramai membicarakan calon presiden yang akan
maju pada pemilihan berikutnya. Di negara kita, partai-partai politik sedang
melakukan pemanasan untuk maju pada pemilihan umum dua tahun
mendatang. Mereka semua sedang mencari pemimpin sejati.
Buku ini lahir dari pemikiran saya terkait dengan tema
kepemimpinan secara luas. Tulisan-tulisan di buku ini sebelumnya telah
dipublikasikan di berbagai media massa, seperti koran, website, dan majalah
dalam jangka waktu 2011-2012. Saya menggunakan kerangka berpikir lintas
ilmu, mulai dari sosiologi, pendidikan, psikologi, antropologi, bisnis, dan
terutama filsafat untuk merefleksikan berbagai tema terkait dengan
kepemimpinan. Sejauh saya pahami, ini adalah buku pertama yang secara
spesifik memikirkan tema kepemimpinan dengan menggunakan kerangka
berpikir lintas ilmu.
Maka kehadiran buku ini amatlah sesuai dengan kebutuhan bangsa
kita, maupun masyarakat internasional. Buku ini juga saya tujukan bagi para
calon pemimpin di masa depan, dan kepada semua orang yang prihatin
dengan krisis kepemimpinan yang terjadi di negara kita. Harapan saya
sederhana, supaya muncul para pemimpin yang visioner dan bermutu di
berbagai organisasi, mulai dari organisasi tingkat lokal, nasional, sampai
internasional. Buku ini ingin mengabdi pada tujuan itu. Saya menulis buku
ini dengan gaya personal dan populer. Anda akan menemukan banyak cerita
pribadi dengan gaya bahasa yang populer, sekaligus dibalut dengan refleksi
ilmiah dan filosofis.
Terima kasih atas dukungan UNIKA Widya Mandala Surabaya,
terutama Fakultas Filsafat, yang selama ini telah mendukung saya di dalam
penelitian, pengajaran, maupun pengabdian masyarakat yang saya lakukan.
7
Terima kasih juga pada Sdri. Yemima Anna yang telah bersedia mendesain
cover untuk buku ini. Semoga tujuan ditulisnya buku ini bisa tercapai.
Surabaya, 2012
Reza A.A Wattimena
8
Kepemimpinan dan
Filsafat
Apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah notebook? Saya
membayangkan ada ratusan ribu orang yang diperlukan, mulai dari
pengumpul material plastik, penjaga keamanan, tukang masak, supir,
distributor, desainer, sampai penjaga toko. Sebuah produk apapun
bentuknya adalah hasil dari kerja sama ratusan ribu pihak.
Hasil karya nyata dari sebuah peradaban adalah sebuah “produk”
yang merupakan hasil dari berbagai anggota masyarakat yang ada. Produk
tersebut bisa berupa buku, komputer, pesawat, dan sebagainya. Produk
tersebut harus cukup rumit dan indah, sehingga mampu mencerminkan
keindahan sekaligus kerumitan dari masyarakat yang menciptakannya.
Kepemimpinan Inspiratif
Di dalam semua proses ini, peran pemimpin amatlah besar. Tentu
saja bukan sembarang pemimpin, melainkan pemimpin yang memiliki
karakter kepemimpinan. Dari sudut pandang filsafat, Saya melihat
setidaknya ada tujuh dimensi kepemimpinan yang mesti ada.
Yang pertama adalah kepemimpinan yang inspiratif. Tugas utama
seorang pemimpin adalah memberikan inspirasi pada orang untuk bekerja
mewujukan hal-hal hebat dengan sumber daya yang terbatas. Kata-kata dan
tindakannya menjadi teladan yang memberikan harapan sekaligus semangat
bagi orang-orang yang bekerja untuk maupun bersamanya.
Di Indonesia banyak pemimpin tak mampu memberikan inspirasi.
Kata-kata maupun tindakannya justru mematikan semangat maupun
harapan orang-orang yang bekerja bersama maupun untuknya. Tak heran
sulit sekali mencari produk unggul di Indonesia, baik material maupun
imaterial. Yang ada hanyalah warisan masa lampau, dan bukan hasil karya
sekarang.
Para pemimpin di Indonesia di berbagai bidang harus mulai
mengasah dirinya, sehingga mampu memberikan inspirasi pada orang-orang
9
sekitarnya. Kata-kata, pikiran, maupun tindakannya harus menjadi contoh
yang membuat orang-orang sekitarnya ingin berubah menjadi lebih baik.
Tanpa kemampuan memberikan inspirasi, seorang pemimpin tidak layak
disebut sebagai pemimpin. Ia hanya seorang administrator.
Pemimpin Visioner
Seorang pemimpin juga perlu untuk memiliki visi ke depan. Ia perlu
menggunakan imajinasinya, guna membayangkan apa yang ingin ia capai di
masa depan bersama dengan organisasinya. Organisasi itu sendiri memiliki
beragam bentuk, mulai dari keluarga, RT, RW, kecamatan, universitas,
kantor, rumah sakit, dan bahkan tingkat negara.
Di Indonesia kita amat sulit menemukan seorang pemimpin yang
visioner. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin opurtunis yang berusaha
meraup keuntungan pribadi, ketika ia menjabat sebagai pemimpin di
berbagai organisasi. Visi organisasi tidak dipikirkan, sehingga organisasi itu
hanya berjalan di tempat, bahkan mundur di dalam soal kinerja. Tak heran
banyak organisasi, termasuk pada level nasional, tidak berjalan sebagaimana
mestinya.
Para pemimpin di Indonesia harus ingat, bahwa mereka harus
mampu membayangkan arah dari berbagai organisasi yang mereka pimpin.
Bayangan itulah visi ke depan yang harus dibagikan ke seluruh elemen
organisasi, dan dihayati sebagai visi bersama. Ia harus memiliki keyakinan,
bahwa visi tersebut mungkin untuk diwujudkan demi kebaikan bersama.
Jika ia mampu bertindak seperti itu, maka namanya akan abadi, dan jasanya
akan dikenang sebagai orang yang mampu membawa kebaikan bagi
masyarakatnya.
Pemimpin yang Taktis
Seorang pemimpin juga harus memiliki taktik yang jitu untuk
mewujudkan visinya. Ia harus mampu menerjemahkan inspirasi dan visi
yang ia punya menjadi program-program yang praktis, serta terukur
keberhasilannya. Ia tidak boleh hanya bicara besar, namun tak bisa bekerja.
10
Description:Buku ini lahir dari pemikiran saya terkait dengan tema kepemimpinan secara luas. Tulisan-tulisan di buku ini sebelumnya telah dipublikasikan di berbagai media massa, seperti koran, website, dan majalah dalam jangka waktu 2011-2012. Saya menggunakan kerangka berpikir lintas ilmu, mulai dari sosiologi