Table Of ContentProfil Asosiasi Dosen Indonesia 1
DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………….03
2. Panca Ikrar Dosen..................................................................................................................................04
3. Sejarah dan Dasar Pemikiran
Awal Perjalanan Asosiasi Dosen Indonesia…………………………………………………….05
Tujuan………………………………………………………………………………………………………….10
Visi dan Misi…………………………………………………………………………………………………10
Motto……………………………………………………………………………………………………………10
Ruang Lingkup Program………………………………………………………………………………..10
Sumber Dana………………………………………………………………………………………………...11
4. Susunan Pengurus MPP-ADI Priode 2012-2016………………………………………………….12
5. Daftar Nama Pimpinan dan Alamat MPW ADI se-Indonesia…………………………………21
6. Anggaran Dasar Asosiasi Dosen Indonesia………………………………………………………….24
7. Anggaran Dasar Rumah Tangga Asosiasi Dosen Indonesia…………………………………..31
8. Kelengkapan dan Legalitas Asosiasi Dosen Indonesia………………………………………….45
9. Sekilas Profil Lembaga Otonom Asosiasi Dosen Indoensia
1) Koperasi Jasa Asosiasi Dosen Indonesia……………………………………………………..49
2) Lembaga Pusdiklat Asosiasi Dosen Indoenesia…………………………………………...68
3) Lembaga Advokasi Asosiasi Dosen Indonesia……………………………………………..71
4) Lembaga Penanggulangan, Penyuluhan dan Pengobatan Narkoba
Asosiasi Dosen Indonesia
(P3NPT)……………………………………………………………………………………………………76
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 2
KATA PENGANTAR
eiring dengan dinamika
perkembangan bangsa
yang menuntut setiap
warganya untuk berpartisipasi
secara aktif dalam pembangunan
nasional, maka Asosiasi Dosen
Indonesia (ADI) didirikan sebagai
wujud tanggung jawab sosial dan
kepedulian para dosen Indonesia
untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa melalui jalur pendidikan.
Hal ini juga merupakan konstribusi
nyata dari para dosen Indonesia
dalam rangka menjadikan bangsa
Indonesia menjadi bangsa yang
kompetitif dan mampu bersaing
dengan bangsa-bangsa lainnya.
Asosiasi Dosen Indonesia (ADI)
merupakan wadah yang terbuka
bagi para dosen di seluruh Indonesia
untuk berkiprah dan mengabdikan
profesinya kepada bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, keberadaannya menjadi penting mengingat jumlah dosen jumlah di
Indonesia yang tercatat di Dikti sampai dengan tahun 2013 adalah 273.000 orang dan
tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama
membangun peradaban Indonesia untuk menjadi lebih baik melalui Asosiasi Dosen
Indonesia (ADI).
Kami berharap profil ini mampu memberikan pemahaman secara komprehensif kepada
masyarakat Indonesia tentang Asosiasi Dosen Indonesia (ADI).
Jakarta, 01 Januari 2014
Prof. Dr. Armei Arief, MA
Ketua Umum MPP ADI
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 3
PANCA IKRAR DOSEN
Saya, anggota Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) dengan ini berikhrar bahwa saya akan
senantiasa;
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; senantiasa setia dan taat
kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
2. Meningkatkan mutu diri dengan belajar seumur hidup tentang ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK), seni dan budaya untuk diajarkan kepada mahasiswa saya
dengan menggunakan teknologi pendidikan serta menjunjung nama baik,
kehormatan dan kemuliaan profesi saya sebagai dosen dimanapun saya berada.
3. Saling berkomunikasi melalui berbagai media, saling memberikan informasi
mengenai IPTEK, seni dan budaya antar teman sejawat, para ilmuan dan lembaga-
lembaga sumber pengetahuan lainya serta masyarakat pada umumnya
4. Melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu serta pengabdian
kepada masyarakat, nusa dan bangsa Indonesia menurut apa adanya, benar dan
dapat dipercaya dengan mengindahkan hak-hak asasi manusia tanpa membedakan
suku, agama, ras dan golongan dengan penuh dedikasi, jujur dan tulus
5. Sadar bahwa dosen adalah seorang ilmuan yang peduli dan memiliki rasa tanggung
jawab sosial dan tidak akan menyalahgunakan kedudukan saya sebagai dosen
untuk keuantungan diri sendiri dengan merugikan dunia pendidikan khususnya
masyarakat serta Negara pada umumnya
Saya berikhrar ini sepenuh hati dengan tekat akan melaksanakannya dengan
bersungguh-sungguh dan sejujur-jujurnya.
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 4
SEJARAH DAN DASAR PEMIKIRAN
Tahun 2014 adalah perjalanan 16 tahun Asosiasi Dosen Indonesia (ADI). Dalam
perspektif kelembagaan sesungguhnya belumlah cukup untuk membuktikan
sebuah eksistensi. Namun ADI sejak awal didirikan pada tahun 1998 selalu
berupaya meningkatkan peranannya untuk kemajuan pendidikan tinggi di
Indonesia. ADI adalah sebuah wadah, tempat berkumpul kaum intelektual, ADI
akan ikut berkembang semakin besar seiring dengan eksistensi setiap individu
yang bernaung di dalamnya. Perkembangan yang konsisten ke arah yang lebih
baik adalah buah dari komitmen yang dipegang bersama oleh seluruh komponen
ADI. Sehingga dalam perjalanan ini ada banyak sekali upaya yang telah
diwujudkan demi menjadi wadah yang terus berkembang dan berkarya dengan
lebih baik.
Awal Perjalanan ADI
Organisasi ini dideklarasikan sejak tanggal 2 Mei 1998. Beberapa tokoh intelektual
negeri terjun secara langsung menproklamirkan organisasi ini, diantaranya yaitu
pendiri Prof. dr. H. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D., DSAnd, Drs. Zulkarnain H. Noer, MM, Ir.
Martin, M.Si, Dr. Ir. Muhammad Koesmawan, MS., MBA., DBA, Dra. R. Indrajani, MSc, Dr.
Ir. Ingrid Suryanti Surono, MSc, Prof. Dr. Ir. Zoeraini Djamal Irwan, MS, Prof. dr. H.
Muzief Munir, DSAK, Drg. Lies Zubardiah, SP.
ADI didirikan sebagai organisasi profesi yang beranggotakan para dosen dari Perguruan
Tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Berdirinya ADI merupakan
wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap bangsa melalui jalur pendidikan
formal, dalam hal ini pendidikan tinggi. Sebagai tenaga pengajar dan pendidik, dosen
memilki peran strategis dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan mahasiswanya
agar memiliki kompetensi keilmuaan dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam
nation and character building.
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 5
Pada tanggal 20-22 April 1999 dilaksanakanlah Kongres pertama ADI, dan terpilih
Prof.Dr. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D. DSAnd sebagai Ketua Umum Dan Prof. Dr. Ir.
Zoeraini Djamal Irwan, MS sebagai Sekretaris Umum untuk periode kepengurusan
tahun 1999-2004. Saat itu ADI bersekretariat di Kantor Kopertis Wilayah III di Jalan
SMAN XIV Cililitan Jakarta Timur.
Kemudian, setelah sempat tertunda selama dua tahun, kongres kedua ADI akhirnya
terlaksana pada 19-21 April 2006 di Gedung BPS Jakarta. Terpilihlah Prof. Dr. Armai
Arief, MA sebagai Ketua Umum dan Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd sebagai Sekretaris Umum
untuk Periode 2006 hingga saat ini.
Periode Kedua
Dimasa kepemimpinan Prof. Dr. Armai Arief dan Prof. Dr. Suyatno, Asosiasi Dosen
Indonesia merupakan organisasi profesi, bersifat kepakaran dan kecendekiaan,
bercirikan keilmuan, seni dan budaya, bercorak terbuka, mandiri, dan kesejawatan.
Organisasi ini didirikan sebagai wadah bagi para dosen Indonesia, sehingga
keberadaanya menjadi sangat penting karena mencermati keberadaan dan peran dosen
yang sangat besar. Para dosen saat ini selalu dituntut untuk menjalankan tugasnya
dengan baik senantiasa inovatif dalam mentransformasikan berbagai kemampuan yang
ia miliki kepada mahasiswa.
Oleh karena itu, salah satu tujuan besar ADI adalah mengembangkan profesi dan dalam
melaksanakan tugas dan peran strategisnya di perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan
tersebut, ADI harus mampu menjadi katalisator dalam peningkatan mutu dosen dan
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 6
berperan aktif dalam kegiatan pengembangan mutu pendidikan dan sumber daya
manusia, serta menggalang kemitraan dengan berbagai pihak.
Hal tersebut merupakan sebuah upaya dalam rangka mencermati kecenderungan global
yang kian kompetitif. Maka ADI dengan sumber daya yang dimilikinya akan terus
mendorong dan meningkatkan profesionalitas para dosen Indonesia sehingga mampu
mentransformasikan ilmu dan kemampuan yang ia miliki kepada para mahasiswanya
dan mampu berkompetisi dengan dosen-dosen dari luar negeri.
Dalam perjalanan ADI hingga saat ini, hampir ratusan kegiatan telah terlaksana. sebagai
bukti keaktifan ADI sebagai organisasi yang memiliki peran starategis dalam
perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi para dosen. Setelah kongres II
terlaksana di tahun 2006, ADI mengadakan audiensi dengan Wakil Presiden untuk
melaporkan hasil kongres sekaligus memperkenalkan kepengurusan ADI yang baru.
ADI juga terlibat dalam diskusi panel Membahas Pentingnya Pembentukan Kementrian
Pendidikan Tinggi Nasional di Sekretariat Wakil Presiden pada Juni 2007.
Kegiatan yang diperuntukkan bagi pengembangan mutu dosen diantaranya, Lokakarya
Nasional “Kebangkitan Pendidikan Nasional Melalui Pengembangan Etika Budaya dan
Karakter Serta Refleksi Peranan Asosiasi Dosen Indonesai” dan Lokakarya Nasional
“Membangun Dosen Unggulan Masa Depan” pada tahun 2008. ADI juga turut
memberikan pandangan soal kepemimpinan negara dalam Dialog Capres bersama ADI
dengan Tema: “Menyoal Kepemimpinan Nasional Masa Depan Dalam Perspektif
Pendidikan” pada tahun 2009.
Ketika sertifikasi dosen marak dilakukan demi peningkatan mutu, ADI mengadakan
Workshop “Kiat Sukses Mengikuti Serifikasi Dosen” pada November 2009 dan
Workshop “Orientasi sertifikasi dosen: sosialisasi dan upaya menuju tercapainya
pengakuan profesionalisme dosen” pada tanggal 25 Januari 2010. Kegiatan lainnya
yaitu Sarasehan Nasional “Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”
yang dilaksanakan di Kementerian Pendidikan Nasional pada tanggal tahun 2010,
Workshop “Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Bagi Dosen di Perguruan Tinggi
(PTN dan PTS Se-Indonesia)” Desember 2010, Seminar Nasional “Pendidikan dan
Pengembangan Enteprenuership di Perguruan Tinggi Berbasis Syariah” pada Desember
2011. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai upaya menumbuhkan semangat
entrepreneurship di lingkungan perguruan tinggi.
Selain mengadakan beragam kegiatan, ADI juga aktif menjadi narasumber diberbagai
kegiatan pendidikan diantaranya dalam Seminar “Peranan dan Fungsi Kompetensi
Dosen untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Riau”
dan Pelantikan Pengurus MPW-ADI Kepulauan Riau pada tahun 2007, Workshop Uji
Publik RPP tentang Dosen di UHAMKA tahun 2007.
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 7
Tahun 2009 dapat dikatakan tahun yang cukup sibuk, ADI ikut berpartisipasi dalam
banyak kegiatan seputar kebijakan pendidikan nasional, diantaranya dalam
pembahasan draf standar pendidikan nasional, pembahasan draf BHP, workshop
“Pengembangan profesional guru”, seminar “Menyoal guru di Indonesia”, workshop
“Aktualisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai salah satu perwujudan peningkatan
integrasi bangsa” yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa DKI Jakarta,
workshop “Masalah dan usaha pembangunan karakter bangsa”, di laksanakan oleh
Ikatan Alumni UI, workshop “Bintek dan Sosialisai tentang Pemerintahan Desa serta
Pembangunan Kesejahteraan Sosial sesuai dengan UU Nomor II tahun 2009 Tentang
Kesejahteraan Sosial” pada januari 2010 dan sederet kegiatan lainya.
Selain dibidang pendidikan, ADI juga kerap terlibat dalam peranannya sebagai
Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti melakukan kegiatan Lokakarya Kepemimpinan
Nasional “Membangun Kemandirian Ormas dalam Memperkuat Kepemimpinan
Nasional” pada September 2007, Dialog Interaktif Aktualisasi Ketahanan Nasional dan
Bela Negara bagi Organisasi Masyarakat Tingkat Nasional pada tahun Seminar &
Lokakarya Antisipasi Munculnya Konflik Sosial Bernuansa Agama dan Suku/Etnis di
Indonesia tahun 2008, Pelatihan dan Keterampilan Pemuda (LKKP) dengan tema
“Membangun Kepemimpinan Pemuda dalam Enterpreneurship yang Kreatif, Produktif,
Inovatif Menuju Masyarakat yang Sejahtera, pada Desember 2009, Seminar Nasional
“Pengembangan Pendidikan Etika Budaya Politik yang Santun dan Bermartabat Menuju
Indonesia Berdemokrasi” pada tanggal 29 Desember 2011, Seminar Nasional“
Penanggulangan Narkoba Melalui Pendidikan, Agama dan Budaya”pada 18 Juni 2012
dan sederet kegiatan lainnya.
Sebagai lembaga intelektual yang berhulu pada perguruan tinggi, ADI juga melakukan
beberapa penelitian diantaranya Penelitian mengenai demokrasi dengan tajuk
“Demokrasi dalam Pendidikan; Upaya Memberikan Pemahaman Pluralisme Terhadap
Peserta Didik” pada tahun 2009, penelitiaan mengenai Sekolah Luar Biasa dengan judul
“Penguatan partisipasi masyarakat Terhadap Sekolah Luar Biasa” pada tahun 2008
hingga saat ini.
Begitu banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, hal tersebut tak lepas dari besarnya
dukungan dan kerjasama dari masing-masing pengurus MPP, MPW dan Manajemen
ADI. Namun bukan berarti tugas ADI semakin ringan, tantangan ke depan akan semakin
besar. Oleh karena itu eksistensi ADI diharapkan dapat terus melejit, tidak hanya di
kalangan akdemisi tapi juga mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik
dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan lain sebagainya. Semua ini
dalam rangka memperluas kesempatan bagi para dosen untuk meningkatkan kualitas
daya saing secara nasional maupun intenasional.
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 8
Priode Ketiga
Pelaksanaan Kongres III ADI yang bertemakan “Profesionalisme Dosen Demi
Keunggulan Bangsa” ini sempat tertunda pelaksanaannya yang semula dijadwalkan di
Maluku Utara (Ternate) pada bulan April 2012 yang lalu, namun baru terealisir pada
tanggal 6 September 2012 bertempat di Aula Serbaguna Gedung B Universitas
Internasional Batam.
Pada kegiatan kongres tersebut berjalan cukup alot dimana terdapat tiga kandidat
ketua umum diantaranya Prof. Dr. Armai Arief, MA, Prof. Dr. Sumono, M,Si dan Prof. Dr.
Suyatno, M.Pd. Namun pada akhirnya setelah disepakati bersama oleh anggota ADI,
maka terpilihlah Prof. Dr. Armai Arief, MA sebagai ketua umum priode 2012-2016.
Pada priode kali ini, terjadi beberapa perubahan di AD/ART diantaranya masa priode
yang semula 5 tahun, menjadi 4 tahun, perluasan kepengurusan ADI hingga cabang di
masing-masing Perguruan Tinggi, pergantian susunan pengurus dll.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru priode 2012-2016, pembenahan manajemen
dan program kerja begitu menjadi sorotan, sehingga diharapkan kedepanya ADI
menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi dan perubahan bagi
pendidikan di Indonesia khususnya dan dikehidupan berbangsa pada umumnya.
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 9
Oleh karena itu mari kita secara bersama-sama membangun dan mengembangkan ADI
sehingga mampu menjadi wadah yang benar-benar bermanfaat bagi para dosen
Indonesia dan bagi masyarakat bangsa Indonesia.
TUJUAN
Mewujudkan cita-cita proklamasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan
kesejahteraan dan ikut menjaga perdamaian dunia melalui penguasaan,
pengembangan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan
budaya.
Membina dan menumbuhkembangkan kemampuan profesional dan karir dosen.
Meningkatkan kesejahteraan anggota dan membantu menyelesaikan masalah yang
dihadapi anggota dalam melaksanakan tugas mulianya untuk mencerdaskan dan
meningkatkan kualitas kehidupan bangsa
Memberikan perlindungan hukum dan HAM bagi dosen
VISI
Menjadikan Asosiasi Dosen Indonesia sebagai organisasi yang modern dan systematic
untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan
Tinggi dan meningkatkan daya saing bangsa. serta berupaya mencerdaskan kehidupan
bangsa dan meningkatkan kesejahteraan para dosen di Indonesia
MISI
1. Menyelenggarakan kajian dan penelitian tentang persoalan-persoalan yang terkait
dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), seni dan budaya, yang bermoral,
berakhlak tinggi serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa.
2. Menyelenggarakan pengembangan dan pelatihan SDM.
3. Menyelenggarakan penerbitan buku, majalah, dan jurnal ilmiah.
4. Menyelenggarakan dan mengembangkan pelatihan profesional dosen dalam
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
5. Menyelenggarakan perlindungan hukum dan HAM bagi Dosen
MOTTO
Membangun Kompetensi dan Mensejahterakan Dosen Indonesia
RUANG LINGKUP PROGRAM
Untuk mencapai tujuan ADI melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Menggali dan mengembangkan kemampuan profesional dosen dalam melaksanakan
Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam usaha mencerdaskan, meningkatkan iman dan
taqwa dan kualitas bangsa.
Profil Asosiasi Dosen Indonesia 10
Description:pendidikan tinggi dilakukan oleh sivitas akademika yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dalam Computer Forensic. • Data Recovery Plan.